Senin, 19 November 2012

badai matahari

AFP PHOTO/HANDOUT/ NASA/SDO Foto yang diambil wahana the Solar Dynamics Observatory (SDO), menunjukkan ledakan Matahari tipe M9, Senin (23/1/2012). Ledakan tersebut menimbulkan badai yang melontarkan partikel berenergi tinggi ke sekitarnya termasuk ke Bumi.


KOMPAS.com — Tidak usah khawatir dengan peringatan bahwa badai Matahari bisa menyebabkan radiasi yang dapat merusak tubuh manusia. Sebab, pada dasarnya radiasi akibat badai Matahari tidak menyebabkan gangguan semacam itu.
"Badai radiasi Matahari dapat menyebabkan gangguan operasional satelit dan propagasi radio gelombang pendek, tetapi tidak mengganggu manusia di Bumi," demikian pernyataan badan antariksa AS, NASA, di situs webnya. Gangguan juga mungkin terjadi pada telekomunikasi seluler, siaran televisi, dan lainnya jika lontaran partikel listrik mengganggu satelit.
Penjelasan tersebut meluruskan informasi yang beredar di internet dan BlackBerry Messenger bahwa badai Matahari menciptakan radiasi yang meningkatkan suhu Bumi secara signifikan. Sejumlah orang khawatir karena di pesan tersebut ditambahkan peringatan bahwa radiasi bisa merusak kulit dan radiasi di telepon seluler.
Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi ledakan Matahari pada bintik Matahari 1402, Senin (24/1/2012) pukul 10.59 WIB. Ledakan ini merupakan yang terkuat sejak tahun 2005, masuk dalam kelas M-9 alias sudah mendekati kelas tertinggi (X-Extreme).
Akibat ledakan, terlepas partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona (CME) yang sampai ke Bumi pada Selasa pukul 21.18 WIB +/- 7 jam. Badai matahari bergerak dengan kecepatan hingga 2.200 km per detik.
Badai Matahari tersebut juga menimbulkan aurora borealis atau cahaya warna-warni di langit belahan Bumi bagian utara saat lontaran partikel bermuatan listrik dengan energi tinggi memasuki atmosfer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar